Apa yang Perlu Anda Siapkan Ketika Dipanggil Polisi?

Pertanyaan Klien

“Saya menerima surat panggilan dari kepolisian untuk dimintai keterangan. Saya belum pernah berhadapan dengan proses hukum sebelumnya dan khawatir salah memberikan keterangan. Apa saja yang perlu saya siapkan sebelum datang ke kantor polisi?”

Intisari Jawaban

Menerima panggilan dari kepolisian tidak selalu berarti seseorang telah menjadi tersangka. Anda perlu memahami dalam kapasitas apa Anda dipanggil, perkara yang berkaitan dengan pemeriksaan, serta menyiapkan dokumen dan bukti yang relevan.

Selain mempersiapkan dokumen, penting untuk memberikan keterangan berdasarkan fakta yang sebenarnya. Apabila perkara memiliki risiko hukum yang serius, Anda dapat mempertimbangkan pendampingan advokat sejak sebelum pemeriksaan agar hak-hak hukum Anda tetap terlindungi.

Ulasan Lengkap

Pemanggilan oleh kepolisian merupakan bagian dari proses penegakan hukum. Seseorang dapat dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi, korban, terlapor, atau dalam kapasitas hukum lainnya sesuai dengan tahapan perkara.

Karena itu, ketika menerima panggilan polisi, jangan langsung panik. Namun, jangan pula menganggapnya sebagai hal yang dapat diabaikan.

Persiapan yang baik dapat membantu Anda memberikan keterangan secara jelas dan menghadapi proses pemeriksaan dengan lebih tenang.

1. Periksa Surat Panggilan

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membaca surat panggilan dengan teliti.

Perhatikan:

  • Nama orang yang dipanggil.
  • Waktu dan tempat pemeriksaan.
  • Dalam kapasitas apa Anda dipanggil.
  • Perkara atau dugaan tindak pidana yang berkaitan dengan pemeriksaan.
  • Pejabat atau penyidik yang melakukan pemanggilan.
  • Nomor surat dan informasi administrasi lainnya.

Jangan hanya mengetahui tanggal pemeriksaan. Pahami juga posisi Anda dalam perkara tersebut.

2. Pahami Kronologi Peristiwa

Sebelum datang untuk pemeriksaan, ingat kembali secara runtut peristiwa yang berkaitan dengan perkara.

Catat secara sederhana:

Kapan terjadi → siapa yang terlibat → apa yang terjadi → apa yang Anda lakukan → apa yang terjadi setelahnya.

Kronologi ini membantu Anda memberikan keterangan secara konsisten dan tidak mudah lupa terhadap detail penting.

Namun, jangan membuat atau mengubah cerita agar terlihat menguntungkan. Sampaikan fakta sebagaimana yang sebenarnya Anda ketahui dan alami.

3. Siapkan Dokumen dan Bukti yang Relevan

Apabila perkara berkaitan dengan transaksi, pekerjaan, bisnis, atau hubungan hukum tertentu, siapkan dokumen yang dapat menjelaskan peristiwa tersebut.

Contohnya:

  • Perjanjian;
  • Kwitansi;
  • Bukti transfer;
  • Invoice;
  • Percakapan WhatsApp;
  • Email;
  • Foto atau video;
  • Dokumen transaksi;
  • Surat-menyurat;
  • Bukti kepemilikan; atau
  • Dokumen lain yang berkaitan dengan perkara.

Jangan menghapus, mengubah, atau memanipulasi dokumen maupun komunikasi yang berkaitan dengan perkara.

4 .Jangan Mengabaikan Panggilan Polisi

Apabila menerima panggilan yang sah, jangan langsung mengabaikannya.

Apabila terdapat alasan yang membuat Anda tidak dapat hadir, komunikasikan dengan penyidik dan ikuti mekanisme yang berlaku untuk meminta penjadwalan kembali apabila dimungkinkan.

Mengabaikan proses hukum tanpa alasan yang jelas dapat menimbulkan persoalan baru.

5. Jangan Menebak Jawaban

Dalam pemeriksaan, Anda mungkin mendapatkan pertanyaan mengenai kejadian yang sudah lama terjadi.

Jika Anda tidak mengetahui atau tidak mengingat suatu peristiwa, jangan mengarang jawaban.

Anda dapat menjelaskan sesuai keadaan sebenarnya, misalnya bahwa Anda tidak mengetahui, tidak melihat langsung, atau tidak mengingat detail tertentu.

Keterangan yang diberikan sebaiknya berdasarkan apa yang benar-benar Anda ketahui.

6. Baca Berita Acara Pemeriksaan dengan Teliti

Apabila pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), baca kembali keterangan yang dituangkan sebelum membubuhkan tanda tangan.

Pastikan isi BAP sesuai dengan keterangan yang benar-benar Anda berikan.

Apabila terdapat kesalahan, kekeliruan, atau bagian yang tidak sesuai, sampaikan kepada penyidik untuk diperbaiki sesuai prosedur.

Jangan terburu-buru menandatangani dokumen yang belum Anda baca atau pahami.

7. Ketahui Hak Anda untuk Mendapatkan Pendampingan Hukum

Dalam proses hukum pidana, seseorang memiliki hak-hak yang harus dihormati sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana.

Apabila pemeriksaan memiliki risiko terhadap status atau kebebasan Anda, pendampingan advokat dapat dipertimbangkan sejak awal, tidak harus menunggu sampai seseorang ditetapkan sebagai tersangka.

Advokat dapat membantu:

  • Menjelaskan posisi hukum Anda;
  • Memeriksa dokumen pemanggilan;
  • Menganalisis perkara;
  • Mempersiapkan dokumen dan bukti;
  • Mendampingi pemeriksaan;
  • Memastikan hak-hak hukum tetap diperhatikan; dan
  • Memberikan langkah hukum yang tepat apabila terjadi persoalan dalam proses pemeriksaan.

 8. Jangan Menghapus atau Mengubah Bukti

Ketika mengetahui bahwa Anda sedang diperiksa dalam suatu perkara, jangan panik lalu menghapus percakapan, membuang dokumen, mengubah data, atau meminta orang lain melakukan hal tersebut.

Tindakan terhadap bukti justru dapat menimbulkan persoalan hukum tersendiri.

Lebih baik simpan seluruh dokumen dan data yang berkaitan dengan perkara secara utuh dan aman.

9. Jangan Menghubungi atau Mengintimidasi Pelapor

Apabila Anda mengetahui siapa yang membuat laporan, hindari tindakan emosional seperti mengancam, menghina, atau mengintimidasi pelapor maupun saksi.

Jangan pula mencoba memaksa seseorang mengubah keterangannya.

Jika terdapat persoalan dengan pelapor, penyelesaiannya sebaiknya ditempuh melalui jalur hukum yang tepat.

10. Kapan Sebaiknya Menggunakan Pendampingan Advokat?

Pendampingan advokat sangat layak dipertimbangkan apabila perkara berkaitan dengan:

  • Ancaman pidana yang serius;
  • Sengketa bisnis dengan nilai besar;
  • Dugaan penipuan atau penggelapan;
  • Pemalsuan dokumen;
  • Kekerasan atau pengancaman;
  • Sengketa yang melibatkan banyak pihak;
  • Perkara yang memiliki bukti elektronik;
  • Risiko penetapan sebagai tersangka; atau
  • Perkara yang Anda sendiri belum memahami posisi hukumnya.

Pendampingan sejak awal dapat membantu Anda memahami proses hukum dan mempersiapkan langkah secara lebih terukur.

Dasar Hukum

Pemanggilan dan pemeriksaan dalam perkara pidana harus mengikuti ketentuan hukum acara pidana yang berlaku. Selain itu, hak seseorang yang berhadapan dengan proses hukum pidana juga harus dihormati sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Beberapa dasar hukum yang relevan antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang mengatur proses penyelidikan, penyidikan, pemeriksaan, pemanggilan, serta hak-hak pihak yang berhadapan dengan proses pidana.
  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, mengenai tugas dan kewenangan Kepolisian dalam penegakan hukum.
  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagai dasar hukum pidana materiil.

Pada akhirnya, dipanggil polisi bukan berarti Anda otomatis bersalah atau telah menjadi tersangka. Hal terpenting adalah memahami kapasitas Anda dalam pemeriksaan, mempersiapkan kronologi dan dokumen yang relevan, memberikan keterangan sesuai fakta, serta memahami hak-hak hukum Anda.

Apabila perkara memiliki risiko serius, jangan menunggu sampai proses berkembang lebih jauh. Pendampingan advokat sejak awal dapat membantu Anda menghadapi pemeriksaan dengan lebih siap dan memastikan langkah hukum yang diambil sesuai dengan posisi perkara.

Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi dan edukasi hukum yang bersifat umum, sehingga bukan merupakan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus memiliki fakta dan kondisi yang berbeda. Apabila Anda memiliki pertanyaan atau memerlukan analisis hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda, silakan menghubungi RFR Law Firm untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut.

Klik di sini untuk konsultasi hukum lebih lanjut.

Berbagi banyak hal terkait Hukum termasuk Berita, Artikel dan Pandangan Advokat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like