“Saya sedang menghadapi permasalahan hukum, tetapi kondisi ekonomi saya terbatas sehingga kesulitan membayar jasa advokat. Saya mendengar bahwa masyarakat yang tidak mampu dapat memperoleh bantuan hukum gratis dengan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Bagaimana cara mengurus SKTM dan apa saja syarat untuk mendapatkan bantuan hukum gratis?”
Masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi tetap memiliki hak untuk mendapatkan akses terhadap bantuan hukum. Salah satu dokumen yang dapat digunakan untuk membuktikan kondisi ekonomi tersebut adalah Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang diterbitkan oleh pemerintah setempat.
Dengan memiliki SKTM dan memenuhi persyaratan lainnya, masyarakat dapat mengajukan bantuan hukum melalui organisasi bantuan hukum (OBH) yang telah terakreditasi oleh pemerintah. Bantuan hukum tersebut dapat diberikan dalam bentuk pendampingan perkara litigasi maupun nonlitigasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Akses terhadap keadilan merupakan salah satu hak setiap warga negara. Kondisi ekonomi seseorang tidak seharusnya menjadi hambatan untuk mendapatkan pendampingan hukum ketika menghadapi permasalahan hukum.
Untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang tidak mampu, pemerintah menyediakan mekanisme bantuan hukum melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum.
Melalui sistem bantuan hukum tersebut, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh layanan hukum secara cuma-cuma dari pemberi bantuan hukum yang telah mendapatkan pengesahan atau akreditasi dari pemerintah.
Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) adalah surat keterangan yang diterbitkan oleh pemerintah desa atau kelurahan yang menerangkan bahwa seseorang berada dalam kondisi ekonomi yang kurang mampu.
Dalam proses pengajuan bantuan hukum gratis, SKTM dapat menjadi salah satu dokumen pendukung untuk menunjukkan bahwa pemohon memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan hukum.
Namun, perlu dipahami bahwa SKTM bukan satu-satunya syarat. Pemberian bantuan hukum juga mempertimbangkan ketentuan lain sesuai peraturan yang berlaku.
Beberapa dasar hukum yang mengatur mengenai bantuan hukum antara lain:
Undang-undang ini mengatur bahwa bantuan hukum diberikan kepada orang atau kelompok orang miskin sebagai bentuk pemenuhan hak konstitusional untuk mendapatkan keadilan.
Bantuan hukum dapat diberikan dalam bentuk:
Peraturan ini mengatur mengenai persyaratan, prosedur, serta mekanisme pemberian bantuan hukum kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Persyaratan pengurusan SKTM dapat berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Namun, secara umum dokumen yang biasanya diperlukan antara lain:
Pemohon dapat mengurus SKTM melalui kantor desa atau kelurahan sesuai domisili.
Secara umum, prosesnya dapat dilakukan melalui tahapan berikut:
Pemohon datang ke kantor desa atau kelurahan dengan membawa dokumen identitas yang diperlukan.
Pihak pemerintah setempat dapat melakukan pemeriksaan administrasi untuk memastikan kondisi pemohon sesuai dengan data yang diberikan.
Apabila permohonan disetujui, SKTM akan diterbitkan sebagai dokumen pendukung.
Setelah memperoleh SKTM, masyarakat dapat menghubungi organisasi bantuan hukum yang terakreditasi untuk mendapatkan pendampingan sesuai permasalahan hukum yang dihadapi.
Berdasarkan ketentuan bantuan hukum, penerima bantuan hukum pada dasarnya adalah orang atau kelompok orang yang memenuhi kriteria sebagai masyarakat tidak mampu dan menghadapi permasalahan hukum.
Bantuan hukum dapat diberikan untuk berbagai jenis perkara, baik perkara pidana, perdata, tata usaha negara, maupun bantuan hukum nonlitigasi.
Masyarakat yang menghadapi persoalan hukum tanpa pendampingan dapat mengalami beberapa risiko, seperti:
Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi tetap dapat mencari akses bantuan hukum melalui mekanisme yang telah disediakan oleh negara.
Pada dasarnya, SKTM merupakan salah satu dokumen yang dapat membantu masyarakat membuktikan kondisi ekonomi dalam proses memperoleh bantuan hukum gratis. Namun, setiap permohonan tetap harus memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila Anda menghadapi permasalahan hukum dan membutuhkan pendampingan, penting untuk memahami pilihan bantuan hukum yang tersedia agar hak Anda tetap terlindungi.
Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi dan edukasi hukum yang bersifat umum, sehingga bukan merupakan nasihat hukum untuk perkara tertentu. Setiap kasus memiliki fakta dan kondisi yang berbeda. Apabila Anda memiliki pertanyaan atau memerlukan analisis hukum yang sesuai dengan permasalahan Anda, silakan menghubungi RFR Law Firm untuk mendapatkan konsultasi lebih lanjut.
Berbagi banyak hal terkait Hukum termasuk Berita, Artikel dan Pandangan Advokat